Bahaya umbi gadung dan manfaatnya



Tumbuhan gadung tumbuhan dengan nama latin Dioscorea hispida, merupakan termasuk kedalam jenis tumbuhan umbi-umbian (gadung-gadungan) yang tumbuh merambat pada pemukaan tanah maupun di perpohonan. Umunya gadung dapat ditemui tumbuh liar dihutan dan perkebunan pada awal memasuki musim hujan.

Gadung sendiri mempunyai buah yang tumbuh didalam tanah layaknya jenis ubi lainya, dengan bentuk tak beraturan mulai dari sebesar kepalan tangan orang dewasa hingga sebesar bola basket, serta terdapat serabut bulu pada bagian buah yang sebenarnya merupakan akar dari tumbuhan.

Sedangkan untuk bagian batang tumbuh menjalar hingga belasan meter dengan diameter batang 1-2 cm, terdapat duri pada sekujur batang tumbuhan gadung yang berfungsi untuk melindungi diri, jika kamu tanpa sengaja terkena durinya maka dapat menyebabkan luka gores atau tusukan yang cukup menyakitkan di kulit


Buah Umbi gadung sebenarnya dapat dikonsumsi sebagai bahan pangan, akan tetapi setelah dilakukanya proses penghilangan kadar racun yang terkandung didalamya.
Yap, umbi gadung memang mengandung racun, terdapat beberapa senyawa berbahaya seperti Sianida (HCN), Dioscorin dan Dihidroskorin yang jika terkonsumsi dapat menyebabkan keracunan, rasa terbakar dan pembengkakan maka dari itu pengolahanya juga berbeda dari umbi-umbi lainya.

Senyawa Dioscorin dan Dihidroskorin merupakan senyawa basa kuat golongan alkaloid berwana kuning kehijauan, terasa pahit dan dapat larut dengan alkohol, air dan aseton. Senyawa alkaloid pada 100 gr umbi gadung terdapat sekitar 0,39-1,68 mg, akan tetapi senyawa dapat berubah kadarnya tergantung dari kondisi tanah dan dataran tempat tinggal umbi gadung itu tumbuh.
Jika alkaloid terkonsumsi dalam tubuh dapat menyebabkan kelumpuhan pada saraf pusat yang mengakibatkan sulit bernafas dan susah mengerakan tubuh.


Sedangkan Sianida (HCN) merupakan senyawa kimia yang beracun, bersifat asam yang berbahaya bagi tubuh, dalam kasus yang parah sianida dapat menyebabkan kematian bagi seseorang yang tanpa sengaja mengkonsumsinya, walau dalam jumlah sedikit yang tertelan akan merasakan efeknya.

Keracunan sianida dapat ditandai dengan kemerahan pada kulit, jika masuk kedalam mulut dan tengorokan akan meyebabkan peradangan serta pembengkakan, detak jantung meningkat, pusing dan sakit kepala serta sulitnya bernafas.
Jika tidak segara ditolong dapat menyebabkan kematian atau koma.

Diketahui bahwa untuk sepotong umbi gadung sebesar buah apel sudah cukup untuk menewaskan seorang pria dewasa, maka dari itu harus berhati-hati jika ingin mengolah ubi-ubian liar dihutan yang tidak dikenali.

Namun tenang saja, karena jika pengolahan umbi gadung dilakukan dengan benar dan tepat maka kamu dapat mengurangi bahkan menghilangkan kadar racun yang terkandung di dalamnya. 

Ada beberapa cara yang dapat di lakukan diantaranya :

Cara pertama.

  • Kupas kulit umbi gadung kemudian iris tipis setebal 3-4 mm.
  • Lumuri dengan abu bakar atau abu gosok secara menyeluruh dan rata.
  • Setelah itu dijemur hingga kering sekitar 4-5 hari dibawah terik sinar matahari.
  • Setelah kering cuci bersih umbi gadung dari abu dengan mengunakan air mengalir hingga bersih dan air cucian tidak berwarna keruh (harus benar - benar bersih).
  • Jika sudah bersih jemur kembali dibawah terik matahari selama 3-4 hari hingga kering sempurna, setelah itu gadung dapat diolah menjadi makanan.

Guna abu bakar atau abu gosok dikarenakan abu dapat menyerap kadar air dan racun pada umbi gadung dan membatu mempercepat penguapan air.

Baca juga :

Cara kedua.

  • Kupas kulit umbi gadung dan iris tipis-tipis atau di rajang kasar.
  • Kemudian remas dalam air laut (garam) dan rendam selama 2-3 hari sampai tekstur umbi gadung menjadi lunak.
  • Setelah itu cuci kembali dengan air tawar hingga bersih atau sampai air cucian tidak bewarna keruh, lalu kemudian jemur hingga kering selama 3-4 hari dibawah sinar matahari.


Cara ketiga.

  • Kupas kulit umbi gadung dengan bersih, iris tipis sekitar 2-3 mm kemudian masukan kedalam karung bersamaan dengan taburan garam kasar.
  • Setelah itu pres dengan batu atau alat berat lainya diatas tumpukan umbi gadung selama semalaman, hal ini berguna agar kandungan air  pada umbi gadung keluar dan berkurang jauh.
  • Setelah itu cuci bersih potongan umbi gadung dengan air tawar hingga bersih dan air cucianya tidak berwarna keruh lagi, kemudian dijemur langsung atau pun dikukus dengan uap air.

Pengunaan garam disini karena garam dapat mengikat kandungan air dan menetralkan racun dalam umbi gadung, akan tetapi mengunakan metode ini banyak mengunakan garam dalam prosenya sehingga dapat dikatakan pemborosan.


Cara keempat.

Cara ini banyak digunakan masyarakat jawa tengah pada umunya dalam mengolah umbi gadung sekaligus cara terakhir :
  • Prosesnya hampir sama dengan diatas yaitu iris tipis umbi gadung yang telah dikupas kulitnya.
  • Kemudian taburkan abu gosok atau abu bakar, masukan kedalam karung lalu pendam atau kubur di dalam tanah selama 3-4 hari.
  • Setelah itu kemudian gali kembali dan cuci bersih seraya sambil diremas-remas, lakukan berulang hingga air cucian tidak keruh atau bewarna putih susu.
  • Setelah bersih jemur hingga kering selama 3-4 hari dibawah sinar matahari.

Meskipun umbi gadung berbahaya akan tetapi jika diolah dengan benar dapat membawa manfaat bagi tubuh serta dapat mencegah dan mengobati beberapa penyakit diantaranya kencing manis, nyeri ada empedu, radang kandung empedu, masalah keputihan dan penyakit gula daam tubuh.

Manfaat lainya juga dari gadung yaitu getahnya, getah dari umbi gadung dapat digunakan sebagai insektisida atau racun serangga dan hama tanaman. Cukup dengan mencacah daging dari umbi gadung kemudian rendam dalam air, dan air rendamannya inilah yang digunakan sebagai obat semprot pembasmi hama tanaman.

Selain itu juga dapat digunakan untuk obat bius dan hewan lainya. Getah dari umbi gadung sudah sejak lama digunakan untuk berburu hewan liar dihutan, dengan cara mengolesnya pada ujung anak panah dan jika mengenai hewan buruan maka dalam beberapa menit hewan tersebut akan lumpuh dan tidak bisa bergerak.


Dapat juga digunakan sebagai obat racun ikan, dengan cara mencincang daging buah atau akar tanaman gadung kemudian dimasukan kedalam lubang tempat persembuyian ikan, dalam beberapa menit ikan akan naik kepermukaan karena reaksi dari racun yang tidak disukai ikan.

Akan tetapi penggunaan racun gadung pada ikan dan sumber air seperti sungai, danau dan laut secara berlebihan adalah hal yang berbahaya dan dilarang, karena dapat merusak ekosistem, dimana semua jenis ikan mulai dari anakan hingga dewasa akan terkena dampak dari racun yang dapat mebunuh populasi kehidupan diair tentunya.

Baca juga :
Buka Komentar

Iklan Atas Artikel "iklan 5"

Iklan Tengah Artikel 1 "iklan 3"

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel "i