Kol Goreng Pemicu Kanker? Simak Penjelasanya Berikut Ini.

Kol goreng

Kol merupakan sayuran yang termasuk dalam keluarga kubis-kubisan yang mudah di jumpai, bagi para penikmat kuliner terutama makanan pecel lele dan nasi uduk pasti tidak ketinggalan yang namanya kol, baik di konsumsi secara mentah sebagai lalapan atau digoreng pasti selalu ada. Sebenarnya kol sendiri mempunyai manfaat yang baik untuk kesehatan, salah satunya baik untuk pencernan, meningkatkan daya tahan tubuh, bagus untuk kesehatan jantung serta memperkuat tulang dan otot. Lantas mengapa kol di anggap berbahaya untuk kesehatan, terutama kol yang di goreng, berikut penjelasanya.

Umumnya ketika sayuran termasuk kol, saat di goreng dengan waktu yang terlalu lama bahkan hingga berubah warna menjadi kecoklatan, maka akan menimbulkan senyawa Karsinogen yaitu berupa Acrylamide. Zat Acrylamide terbentuk akibat adanya reaksi antara kandungan gula dan asam amino dari sayuran tersebut. Tak hanya pada kol, semua makanan terutama yang di masak (digoreng) dalam suhu tinggi dengan waktu yang lama akan menimbulkan terbentuknya senyawa tersebut.

Acrylamide (Akrilamida atau amida akrilat)  merupakan senyawa organik yang dalam bentuk murninya berwujud padat (kristal) dan tidak berbau serta berpotensi berbahaya untuk kesehatan. Keseringan mengkonsumsi makanan yang mengandung senyawa Acrylamide dalam jangka waktu yang panjang dapat memicu seseorang terkena resiko penyakit kanker lebih besar.

Itulah mengapa mengkonsumsi kol yang di goreng terlalu lama sebaiknya di hindari, terlebih lagi bukan hanya kolnya saja yang dapat memicu kanker, minyak yang di gunakan untuk mengorengnya pun dapat menjadi faktor pemicu resiko lebih besar. Apa lagi dengan kondisi minyak goreng yang sudah berubah warna menjadi hitan dan telah di gunakan secara berulang-ulang tanpa adanya pergantian.

Baca juga : Kandungan nutrisi sayur kol segar.

Nah itulah penyebab kol goreng sebaiknya di hindari karena dapat menimbulkan masalah kesehatan, lebih baik mengkonsumsi kol goreng sewajarnya saja, kamu juga dapat mengkonsumsi kol secara langsung (mentah) atau dengan merebusnya untuk mendapatkan nutrisi baiknya. 

Tapi perlu di ingat ya mengkonsumsi kol sebaiknya jangan teralu berlebihan, karena pada dasarnya mengkonsumsi kol dalam jumlah besar baik di rebus, di goreng dan di makan mentah dapat menyebabkan kembung dan rasa tidak nyaman, terutama bagi orang yang menderita masalah asam lambung kemungkinan besar dapat terjadi.

Berikut juga beberapa masalah kesehatan dari mengkonsumsi kol goreng selain kanker yang patut kamu simak.

1. Meningkatkan kadar kolesterol tubuh.

Kol yang di goreng terlalu lama akan menyerap minyak secara berlebihan, terlebih lagi minyak yang digunakan untuk mengoreng telah di gunakan berulang yang tentunya berbahaya jika terlalu banyak masuk kedalam tubuh, dan dengan begitu perlahan maka kadar kolesterol jahat (LDL) dalam tubuh kamu akan mulai meningkat dan memicu obesitas.

2. Radang tenggorokan.

Mengapa bisa? Hal ini di karenakan penggunaan minyak goreng yang di panaskan secara berulang akan membentuk senyawa Akrolein yang mampu memicu peradangan pada area tenggorokan, raksi yang di timbulkan dapat panas dalam, tenggorokan kering dan terasa seret, peradangan dan batuk.

Terlebih lagi kamu yang suka merokok, maka resiko sakit tenggorokan akan lebih besar terkena.

3. Penyumbatan pembuluh darah.

Tingginya kadar kolesterol jahat di dalam tubuh dari seringnya mengkonsumsi makanan berminyak, mampu menyumbat pembuluh darah yang mengakibatkan penyempitan, sehingga aliran darah menjadi tidak lancar.

Dalam kasus parah akibat penyumbatan pembuluh darah dapat menyebabkan seseorang terkena serangan jantung dan stroke.

Itulah beberapa masalah penyakit yang dapat di akibatkan oleh makanan yang di goreng terlalu lama (termasuk kol).

Baca juga : 23 Daftar lalapan segar yang banyak digemari.

Tips mengoreng makanan dengan minyak goreng agar menjadi aman dan sehat.
1. Yang pertama pastikan mengunakan minyak yang berkualitas, tidak masalah beda beberapa ribu rupiah namun kandungannya rendah akan lemak jenuh.
2. Gunakan minyak goreng secukupnya dan jangan berlebihan.
3. Jangan membiarkan minyak terlalu panas hingga berubah warna.
4. Jika sudah selesai mengoreng matikan api dan tutup agar tidak kemasukan binatang kecil.

Itulah beberapa tips sederhana yang mungkin saja dapat membatu kamu.

Buka Komentar

Iklan Atas Artikel "iklan 5"

Iklan Tengah Artikel 1 "iklan 3"

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel "i