Bahan Pewarna Hijau Alami Dari Tumbuhan dan Manfaatnya.

Warna pada masakan dapat merubah mood seseorang saat makan, terlebih lagi makanan yang mempunyai warna lebih menarik dan mencolok mampu meningkatkan nafsu makan, terutama untuk anak-anak. Namun bagaimana menciptakan warna pada makanan dengan tanpa adanya campuran pewarna instan?Pewarna hijau alami dari tumbuh-tumbuhan.

Memang telah banyak produk yang menawarkan beraneka ragam warna untuk masakan dengan cara instan tanpa harus susah payah, namun bukan berarti kamu tidak bisa membuatnya sendiri bukan.

Selain terbuat dari bahan alami kamu juga akan mendapatkan nutrisi dan manfaat baik dari tumbuhan itu sendiri. Pembuatanya pun juga terbilang sangat ramah lingkungan dan tidak memiliki efek samping yang merugikan.

Nah simak di bawah ini Bahan-bahan apa sajakah yang di perlukan untuk membuat pewarna makanan hijau.

Pewarna hijau alami dari tumbuhan.

1. Daun Suji.

Daun Suji (Dracaena Angustifolia) merupakan termasuk tanaman peredu yang dapat di jadikan tanaman hias dan di manfaatkan untuk diambil daunya.
Daun suji mampu memberi warna hijau yang lebih pekat dari pada daun pandan wangi yang juga merupakan salah satu sumber warna hijau alami. Akan tetapi daun suji ini tidak mengeluarkan aroma yang wangi seperti pandan.

Pewarna dari daun suji dapat di gunakan untuk pada kue dan olahan lainya. Salah satu makan yang sering menggunakan daun suji sebagai pewarnanya ialah kelepon, dadar gulung, talam, bolu dan lain-lain.


Cara mengolah daun suji cukup mudah, ambil beberapa helai daun yang tua kemudian cuci bersih, potong kecil-kecil daun kemudian blender hingga halus dengan sedikit air. Setelah halus saring ampasnya dan gunakan airnya sebagai pewarna.

2. Daun pandan.

Padan merupakan jenis tumbuhan monokotil dari family Pandanaceae yang memiliki daun beraroma wangi yang khas. Daun pandan sudah di kenal sejak lama dan merupakan komponen penting dalam tradisi masakan Indonesia maupun di negara-negara Asia Tenggara lainnya.

Nah, daun pandan dapat di jadikan sebagai pewarna makanan untuk warna hijau, cara pengolahanya pun sama dengan daun suji dimana daun di blender dan di peras untuk di ambil airnya. 

Hal yang unik dari daun pandan yaitu mengeluarkan aroma wangi pada daunya sehingga dapat mengarumkan masakan. 

Karena wanginyalah daun pandan banyak di gunakan untuk menambahkan aroma dalam masakan tradisional, kue, nasi dan bubur.

3. Daun Bayam.

Bayam

Selanjutnya ada daun bayam, daun bayam umumnya olah menjadi sayur bening atau tumis, namun daun bayam yang berwarna hijau dapat di gunakan untuk mewarnai masakan terutama jika kamu ingin membuat mie dengan warna hijau. Cukup blender daun bayam hingga halus dan campurkan ke adonan.

Warna hijau pada daun bayam berasal dari zat klororofil yang merupakan pigmen pembentuk warna hijau pada daun, tanaman hijau dan alga hijau (tetapi juga dimiliki oleh berbagai alga lain) serta beberapa kelompok bakteri fotosintetik. 
Pada tumbuhan darat dan alga hijau klorofil di hasilkan dan terisolasi pada plastida yang disebut kloroplas.

Selain itu rutin mengkonsumsi sayur bayam dapat mencegah sekaligus mengatasi beberapa masalah penyakit seperti diabetes, kolesterol, anemia, penyakit tulang, kanker dan tekanan darah.

Baca juga : Minuman sehat infused water buah salam.

4. Pakcoy.

Pakcoy (Brassicacea) merupakan jenis sayuran yang populer dari keluarga suku sawi-sawian. Sayuran pakcoy di kenal pula sebagai sawi sendok yang mudah di budidayakan dan dapat di makan segar sebagai lalapan, salad atau diolah menjadi asinan. 

Awalnya sayuran pakcoy sangat populer di kawasan daerah Tiongkok namun kemudian sayuran ini mulai menyebar ke berbagai negara salah satunya Indonesia dan di gunakan sebagai bahan untuk membuat masakan yang lezat

Nah, daun pakcoy dapat juga di gunakan sebagai pewarna hijau alami untuk masakan loh, daunya di blender hingga halus dan di campurkan ke adonan. 

Selain itu sering mengkonsumsi sayuran pakcoy juga berdampak baik bagi tubuh loh, beberapa manfaat pakcoy antara lain sebagai sumber serat yang tinggi, menjaga kesehatan jantung, mengatur tekanan darah, mencegah peradangan dan melancarkan pencernaan.

5. Sawi hijau.

Sawi hijau adalah salah satu sayuran daun populer di Indonesia. Nama lainnya biasa di sebut dengan sawi bakso (karena menjadi sayuran daun pendamping dalam penyajian bakso), sawi jenis ini umunya banyak di gunakan dalam olahan pelengkap mei, salad dan dapat juga di tumis.

Daunya yang berwarna hijau dapat di gunakan sebagai penganti pewarna makanan. Cukup haluskan dengan blender hingga menjadi bubur kemudian campurkan pada adonan yang ingin di warnai hijau. 

Beberapa manfaat yang akan di dapat dari memgkonsumsi sayur sawi hijau yaitu memencegah kanker usus, melancarkan pencernaan, sumber serat yang tinggi, mengatur tekanan darah agar lebih stabil, mengatasi peradangan dan menjaga kelembapan.

6. Spirulina.


Spirulina

Spirulina merupakan nama dari satu bentuk makanan tambahan yang mirip kepada Chlorella dan Aphanizomenon flos-aquae (Alga Biru Hijau). Spirulina terdapat wujud dalam dua jenis spesis cyanobacteria yaitu Arthrospira platensis, dan Arthrospira maxima. Keduanya serta juga spesies Arthrospira yang lain pernah di klasifikasikan dalam genus Spirulina.

Baca juga : 3 Olahan telur aneh yang mungkin akan membuat kamu mikir untuk memakanya.

Spirulina bubuk dapat di gunakan untuk campuran masakan yang ingin bewarna hijau, umumya Spirulina di gunakan dalam industri obat-obatan sebagai suplemen tambahan, namun seiringnya perkembangan Spirulina banyak di gunakan dalam olahan masakan seperti pewarna dalam mie, biskuit dan kue kering lainya.

Selain itu Spirulina juga baik untuk tubuh jika di konsumsi dengan benar dan teratur, beberapa manfaat spirulina di antaranya yaitu mencegah penyakit jantung, menurunkan kolesterol, anti racun, mengatasi diabetes dan masih banyak lagi.

7. Matcha.

Selanjutnya ada Matcha, Matcha adalah teh hijau berbentuk bubuk atau serbuk yang di buat dengan menggiling daun teh hingga halus seperti tepung. 

Bubuk matcha umunya banyak di gunakan sebagai bahan perisa dan pewarna untuk berbagai jenis makanan, seperti mochi, soba, es krim, es serut, cokelat, berbagai jenis kue Barat, dan wagashi.

Bagi yang ingin menciptakan warna hijau pada kue dan minuman Matcha dapat menjadi salah satu alternatif sekaligus memberi aroma teh yang alami. 

Mengkonsumsi Matcha dalam jumlah yang cukup di ketahui dapat menurunkan berat badan secara bertahap terutama jika Matcha di olah menjadi minuman. Selai itu beberapa masalah seperti sakit jantung, tekanan darah tinggi dan perubahan mood dapat di cegah dengan rutin mengkonsumsi teh hijau yang lebih alami.

8. Daun singkong.

Nah bahan pewarna hijau yang satu ini sangat murah dan mudah di dapatkan. Umumya kebanyakan orang mengunakan daun ubi untuk di masak sebagai sayur dan jarang di gunakan dalam pewarna makanan, namun zat Klorofil (hijau daun) yang terkandung dalam daun singkong sangat tinggi sehingga dapat di gunakan dalam pembentuk warna hijau pada masakan.

Caranya cukup mudah, pilihlah daun singkong yang cukup tua kemudian cuci bersih dan blender hingga halus, setelah itu saring lalu peras ampasnya, dan pewarna hijau alami dari daun singkong telah siap di gunakan.

Daun singkong muda jika di konsumsi dengan benar dan tidak berlebihan dapat memberi manfaat yang baik bagi kesehatan, beberapa masalah penyakit seperti rematik, darah rendah, cacingan dan rabun mata dapat di cegah dengan mengkonsumsi daun singkong secara cukup dan teratur.

Baca juga : Pewarna merah dari bahan alami.

9. Kangkung.

Bahan dasar untuk pewarna hijau alami selanjutnya yaitu kangkung, kangkung merupakan salah satu sayuran yang banyak di olah menjadi makanan. 

Masakan kangkung yang populer salah satunya yaitu adalah cah kangkung bumbu tauco atau terasi dan juga terdapat pelecing kangkung lombok.

Daun kangkung mengandung zat pewarna klorofil yang dapat di jadikan sebagai pewarna makanan alami, cukup dengan mengunakan bagian daun kangkung kemudian di haluskan dengan blender kamu sudah dapat menjadikanya sebagai pewarna hijau alami.

Rutin mengkonsumsi sayur kangkung juga menyehatkan tubuh loh, beberapa manfaat dari kangkung untuk kesehatan antara lain melancarkan pencernaan, menyehatkan mata, menormalkan tekanan darah, mengatasi sembelit dan menyehatkan sendi, tulang dan otot.

10. Daun kelor. 

Siapa sangka pohon yang kerap kali di gunakan untuk pengobatan tradisional dan tanaman hias satu ini bisa di jadikan sebagai penghasil warna hijau alami.


Cara penggunaanya yaitu remas daun kelor atau di blender hingga halus kemudian airnya di peras dan di ambil atau kamu juga bisa membeli yang sudah jadi dalam bentuk serbuk tepung untuk pewarna hijau pada adonan.
 

11. Daun sledri.

Yang terakhir yaitu daun sledri, daun sledri dapat menjadi alternatif lain sebagai pewarna hijau alami untuk makanan. Sledri umunya di gunakan sebagai penyedap masakan dan juga campuran salad. 

Masakan yang biasanya mengunakan campuran sledri antara lain soto, mie, kue kering dan beberapa makasan lainya.

Untuk mengunakan daun sledri sebagai pewarna kamu cukup menghaluskan daun dan batang dengan sedikit air kemudian campurkan ke adonan. 

Memang warna yang di hasilkan tidak terlalu pekat namun dengan mengunakan daun sledri akan menambah cita rasa yang berbeda pada masakan yang akan di buat nantinya.

Selain itu daun slderi juga sangat bermanfaat baik bagi kesehatan, salah satu di antaranya yaitu dapat mengatur tekanan darah, sebagai penyuplai antioksidan, bersifat anti inflamasi dan bakteri, menyehatkan ginjal, mencegah kanker serta menurunkan kolesterol.

Nah itulah beberapa cara untuk mendapatkan pewarna hijau dari bahan-bahan alami yang aman.
Buka Komentar

0 Response to "Bahan Pewarna Hijau Alami Dari Tumbuhan dan Manfaatnya."

Iklan Atas Artikel "iklan 5"

Iklan Tengah Artikel 1 "iklan 3"

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel "i