35 Macam Jenis Jamur Unik, Liar Dan Bisa Dikonsumsi

macam varian jenis jamur fungi cendawan yang bisa dimakan
Sumber foto : Pixabay.com/cocoparisienne macam macam jenis jamur
Healty99 - Ada banyak bahan panganan yang bisa kita konsumsi sehari-hari, seperti halnya sayuran, buah dan daging, termasuk juga dengan jamur. Yap, jamur merupakan bahan pangan yang sangat mudah dijumpai, karena dapat tumbuh secara liar disekitar kita. Ada banyak macam jenis dan varian jamur yang bisa kita temui, mulai dari yang langka dan mahal, hingga yang beracun alias berbahaya.

Diketahui ada sekitar 1 juta lebih spesies cendawan yang tersebar diseluruh penjuru dunia, dan yang paling sering dengar ialah jenis jamur kuping, tiram, kancing, maitake, enoki dan sejenis lainya, namun tahukah kamu bahwa diluar sana masih ada banyak jenis fungi yang bisa kamu ketahui.

Sekedar info nih, tumbuhan yang berkembang biak dengan membelah diri dan menyebarkan spora ini perannya sangat penting bagi lingkungan loh. Selain untuk kita konsumsi jamur juga penting dalam menjaga ekosistem, menjadi sumber makanan mahluk hidup, pertumbuhan mikro organisme dan keberlangsungan antar simbiosis disekitarnya.

Jamur juga bisa menjadi pilihan buat dijadikan cemilan yang lezat, sekaligus bergizi tinggi untuk tubuh. Maka dari itu, yuk ketahui jenis-jenis jamur yang bisa dikonsumsi dan aman bagi manusia. Berikut diantaranya : 

Macam-Macam Jamur 

1. Bay Bolete

Jamur Bay Bolete dan jenis-jenisnya
Sumber foto : https://pixabay.com/photos/mushroom-bay-bolete-boletus-badius-448866/
Yang pertama ada bay bolete atau dengan nama latin Boletus badius. Tumbuhan satu ini juga diketahui masih satu kerabat jauh dengan porcini atau lebih dikenal dengan jamur cep. 

Bay bolete sendiri dapat dijumpai dibelahan dunia bagian Eropa, Asia, dan Amerika Utara dengan tumbuh liar ditanah gambut. Dengan bentuk batang yang padat serta tudung (topi) kepala besar berwarna kecoklatan membuatnya dapat dengan mudah dikenali dibalik rerumputan.

Baca juga : 

Ketahui Jamur Beracun Yang Ada Di Alam Liar

Bay bolete dapat dikonsumsi secara langsung hanya dengan dibersihkan ataupun diolah terlebih dahulu.

2. Terompet Hitam

Jamur Terompet Hitam, macam macam cendawan
Sumber foto : https://pixabay.com/photos/mushroom-black-trumpet-mushroom-175800/
Sekilas jamur satu ini sedikit menyeramkan, berbentuk seperti terompet dengan berwarna hitam sedikit keabu-abuan. Walaupun begitu, tumbuhan dengan nama latin Chanterelle cornucopioides ini bisa di makan loh.

Chanterelle hitam kerap ditemukan di hutan-hutan bagian Eropa, Amerika Utara, Jepang dan Korea, yang kerap kali tubuh di bawah batang pohon besar. 

Jamur terompet hitam mengandung gula-alkohol yang memberikan rasa manis tetapi dengan jumlah karbohidrat lebih rendah daripada jenis sayuran manis. Banyak orang mengambilnya untuk dikeringkan sebagai bumbu, sementara bentuk segarnya sangat cocok digunakan dalam makanan penutup maupun makanan gurih.

3. Jamur Kancing 

Jamur kancing
Sumber foto : https://pixabay.com/photos/button-mushroom-white-vegetable-food-699939/
Siapa yang tak kenal dengan salah satu jamur populer satu ini, Agaricus bisporus atau kerap disebut jamur kancing, merupakan tumbuhan yang banyak dibudidayakan untuk keperluan pangan. Dinamakan kancing karena memang bentuknya mungil pendek dan memiliki tudung kepala yang menyerupai kancing baju lawas.

Kepopuleranya bukan tanpa sebab, pasalnya tumbuhan dengan nama lain cremini ini mudah diolah menjadi berbagai masakan sekaligus memiliki rasa yang lezat dan empuk saat dimakan. Jika kamu ingin mencarinya mudah kok, soalnya ada banyak toko yang menjual.

4. Caesar's Mushroom

Caesar's Mushroom jamur kaisar atau caesar
Sumber foto : dreamstime.com
Caesar's Mushroom atau yang lebih dikenal dengan nama jamur kaisar atau caesar. Dengan nama latin Amanita caesarea merupakan spesies tumbuhan yang aman dan sangat bisa dimakan dalam genus Amanita.

Caesar's Mushroom dengan warna orangenya telah dikenal sejak zaman Romawi kuno sebagai makanan para penguasa kekaisaran. Walaupun dapat dikonsumsi namun Caesar terkait erat dengan agaric lalat psikoaktif yang mempunyai racun berbahaya.

Akan tetapi, jika teliti dalam melihat, kedua spesies tumbuhan tersebut memiliki sedikit perbedaan sehingga masih bisa diketahui.

- Macam macam jamur - 

5. Sparassis Mushroom

Sparassis Mushroom. jamur otak, jamur kembang kol
Sumber foto : https://pixabay.com/photos/sparassis-cauliflower-mushroom-5593783/
Kerap orang menyebutnya dengan nama spons laut, jamur kembang kol ataupun jamur otak, hal ini dikarenakan bentuknya yang menyerumpun banyak dalam satu titik. 

Walaupun terlihat asing, namun tumbuhan satu ini bisa dikonsumsi menjadi santapan sup yang lezat bersamaan dengan daging. 

Akan tetapi tentu saja harus melalui pengolahan yang benar, pasalnya jamur satu ini kerap menjadi sarang hewan kecil seperti serangga ulat dan lainya, sehingga harus dibersihkan secara menyeluruh.

6. Chanterelle

jamur Chanterelle (Cantharellus cibarius),
Sumber foto : https://pixabay.com/photos/eierschwammerl-chanterelle-food-1558873/
Selanjutnya ada jamur Chanterelle (Cantharellus cibarius), salah satu spesies fungi berwarna kuning, gold atau jingga terang yang bisa dimakan.

Bentuknya menyerupai corong, bertekstur kenyal dengan bagian bawah topi terlihat gurat bergelombang. Jamur satu ini cukup populer dikalangan pecinta kuliner, terlebih lagi aroma baunya seperti buah aprikot dengan ada sedikit pedas.

Chanterelle sangat disarankan untuk dikonsumsi karena baik untuk tubuh.

7. Jamur Pembakar Arang

Jamur Pembakar Arang, Charcoal Burner
Sumber foto : dreamstime.com
Pembakar Arang (Charcoal Burner) adalah salah satu cendawan yang dipanen secara liar dan paling umum di jumpai pada kawasan Eropa, memiliki tekstur lembut namun tidak mudah hancur saat dimasak.

Fungi liar satu ini memang bisa dikonsumsi sebagai bahan panganan yang enak loh, dari segi bentuk Charcoal Burner memiliki topi kepala besar dengan warna abu-abu serta tumbuh ditanah gambut yang berlumut. 

Banyak yang mengolahnya untuk dijadikan hidangan sup, semur hingga omelet. 

8. Chicken of the Woods Mushroom (Laetiporus sulphureus)

Chicken of the Woods Mushroom (Laetiporus sulphureus)
Sumber foto : dreamstime.com
Cendawan satu ini juga biasa dikenal dengan nama beting belerang, ayam hutan atau jamur ayam, karena banyak yang berpikir bawha rasanya mirip seperti daging ayam.

Beting belerang kerap ditemukan dihutan gambut lembab dan kerap tumbuh di pangkal batang pohon besar. Memiliki tekstur agak sedikit keras serta berwarna kuning hingga orange keemasan.

Banyak orang mengambil jamur satu ini sebagai bahan panganan karena rasanya. Walaupun begitu, untuk kamu yang pertama kali mencobanya harap lebih berhati-hati, jika penasaraan cobalah untuk mencicipi sedikit, pasalnya beberapa orang kerap mengalami alergi sehabis mengkonsumsi Chicken of the Woods Mushroom.

9. Jamur Tutup Tinta

Jamur Tutup Tinta, Coprinopsis atramentaria
Sumber foto : https://pixabay.com/photos/mushroom-toadstool-forest-inky-cap-5677963/
Coprinopsis atramentaria
 adalah spesies jamur dapat dimakan yang berasal dari keluarga Psathyrellaceae. Fungi satu ini kerap tumbuh secara liar di semak-semak, rerumputan dan ditempat-tempat lembab.

Sesuai namanya tutup tinta, dimana pada bagian kepala atau topinya mengeluarkan tinta berwarna hitam, terlebih lagi saat sudah dewasa. Beberapa orang kerap mengabilnya untuk kemudian mencampurkan kedalam dalam sup jamur dan hidangan lainnya.

Walaupun bisa dimakan, kamu harus berhati-hati dengan tutup tinta, terutama bagi kamu yang hobi mengkonsumsi alkohol. Beberapa efek dari mengkonsumsi tumbuhan Coprinopsis bersamaan dengan alkohol bisa menyebabkan sindrom disulfiram.

10. Crab Brittlegill Mushroom 

Crab Brittlegill Mushroom, jamur rapuh kepiting
Sumber foto : dreamstime.com
Atau dalam bahasa Indonesia disebut dengan nama Jamur Rapuh Kepiting (Russula xerampelina). Yaitu jenis cendawan memang masih terdengar asing bagi masyarakat Indonesia. Namun dikawasan benua Amerika Utara dan Eropa tumbuhan satu ini banyak dikonsumsi sebagai makanan yang lezat.

Terlebih lagi saat dimasak Crab Brittlegill Mushroom mengeluarkan aroma seafood atau kepiting rebus.

11. Saddle Dryad

Saddle Dryad, Cerioporus squamosus
Sumber foto : Istockphoto
Cerioporus squamosus
atau saddle dryad merupakan tumbuhan yang cukup mudah ditemukan di Amerika, Eropa hingga Australia. Cendawan satu ini juga kerap disebut dengan nama jamur punggung burung pegar.

Saddle Dryad ukuranya terbilang cukup besar, dengan warna corak coklat pada permukaan kepala, untuk ukuran dewasa memiliki tekstur yang cukup keras, sehingga lebih enak dalam ukuran sedang jika di masak.

Walau tidak beracun namun harap berhati-hati, karena jamur satu ini kerap menjadi tempat tinggal hewan kecil seperti belatung dan lainya.

- Jenis Jenis Jamur -

12. Enoki

Sumber foto : dreamstime.com
Enokitake adalah salah satu jenis jamur pangan yang banyak di budidaya, berbentuk panjang dengan warna putih seperti tauge. Varietas jenis enoki yang paling banyak dibudidayakan cenderung berwarna terang dengan batang yang panjang sedangkan jenis liarnya lebih gelap dan pendek.

Enoki sangat populer dikalangan pecinta makanan Asia, rasanya yang renyah dan gurih banyak diolah menjadi saus, tumis dan sup. Namun beberapa waktu yang lalu jamur enoki kerap dikaitkan dengan wabah listeria.

13. Morel Mushroom

jamur morel (Verpa Bohemica) false morel
Sumber foto : dreamstime.com
Jamur morel (Verpa Bohemica), merupakan spesies fungi yang cukup aneh dikarenakan memiliki topi kepala yang keriput, kasar serta terdapat ruang yang tak beraturan, beberapa orang juga kerap menyebut dengan jamur otak karena kemiripanya.

Penting diketahui karena morel palsu bisa sangat beracun. Faktanya, mereka hanya bisa dimakan setelah dipotong kecil-kecil dan direbus dua kali dalam panci. Walaupun begitu baiknya jangan kamu makan, hal ini dikarenakan Verpa Bohemica juga mengandung zat karsinogenik yang bisa menyebabkan kematian secara tidak langsung, serta dapat memicu penyakit kanker dan tumor.

14. Jamur Kompos

Jamur kompos, Agaricus campestris
Sumber foto : dreamstime.com
Jamur kompos atau jamur lapangan (Agaricus campestris) adalah spesies cendawan yang diketahui masih satu kerabat dengan Agaricus bisporus, dan tentu saja bisa dimasak atau di konsumsi.

Kata lapangan melekat padanya di karenakan kerap tumbuh di lapangan hijau, rerumputan dan semak-semak lembab. Siklus hidupnya terbilang cepat sehingga sering kali membuat sulit untuk dipanen dalam jumlah banyak.

15. Puffball 

Jamur Puffball Raksasa
Sumber foto : https://pixabay.com/photos/puffballs-mushrooms-golden-october-259596/
Jamur puffball raksasa atau bola raksasa (Calvatia gigantea) merupakan spesimen fungi yang biasa ditemukan di padang rumput, ladang, dan hutan gugur pada akhir musim panas hingga musim gugur. 

Secara historis tumbuhan satu ini telah manfaatkan dalam mengobati luka dan merupakan sumber utama mukoprotein, calvacin, yang digunakan sebagai obat antitumor.

Puffball kerap diolah menjadi makanan saat kondisi masih mengkal, alias sebelum dewasa dengan daging berwarna putih. Kondisi yang lebih dewasa diketahui mengandung spora beracun yang mengubah warna kuning menjadi kecoklatan pada kelopaknya.

- Macam macam jamur -

16. Russula Virescens

Russula virescens, jamur basidiomycete
Sumber foto : Istockphoto
Russula virescens
adalah jenis jamur basidiomycete dari genus Russula, yang umumnya dikenal sebagai russula hijau-retak, russula hijau berlapis, atau brittlegill hijau. 

Bentuknya seperti payung, dengan warna batang putih serta tudung kepala (topi) hijau pucat, russula virescens kerap tumbuh di tanah lembab yang kaya kompos. Cendawan satu ini lebih populer di Spanyol dan Cina sebagai bahan panganan.

Katanya, rasa russula bisa sangat ringan, pedas, atau bahkan mirip buah. bBanyak orang mengolahnya dengan cara di panggang atau tumis.

17. Jamur Gipsi

Jamur Gipsi, Cortinarius caperatus
Sumber foto : https://pixabay.com/id/photos/serpih-tangkai-pada-penyihir-placidus-1045811/
Cortinarius caperatus, umumnya dikenal dengan nama jamur gipsi, yaitu tumbuhan liar yang dapat dimakan dari genus Cortinarius, serta bisa dijumpai di wilayah utara Eropa dan Amerika Utara.

Saat dimakan mentah memiliki rasa yang agak pahit, namun rasa akan berubah menjadi sangat ringan saat dimasak. 

Cortinarius caperatus memiliki topi berwarna kecoklatan dengan bagian batang putih, walaupun bisa dimakan namun harap berhati-hati, pasalnya gipsi sering dihinggapi belatung dan ulat kecil.

18. Jamur Landak (Hydnum umbilicatum)

Jamur Landak (Hydnum umbilicatum)
Sumber foto : dreamstime.com
Nama lainya adalah jamur emas atau landak, merupakan spesies fungi bergigi dalam keluarga Hydnaceae yang bisa dimakan dan umun ditemukan pada kawasan Amerika Utara hingga Eropa.

Banyak orang mengatakan bahwa rasanya mirip dengan chanterelles, memiliki teksturnya lebih renyah dibandingkan jamur lainnya, terutama setelah ditumis dengan sedikit mentega atau minyak. Namun kondisi yang lebih matang memiliki rasa yang sedikit pahit.

19. Jamur Madu

jamur madu Armillaria ostoyae
Sumber foto : https://pixabay.com/id/photos/armillaria-ostoyae-madu-gelap-jamur-3734800/
Selanjutnya ada jamur madu (Armillaria ostoyae), salah satu jenis cendawan terbaik di dunia yang banyak di cari para pemburu liar diluar sana. 

Armillaria ostoyae adalah spesies jamur patogen dalam famili Physalacriaceae, dalam bentuk mentahnya, mereka agak beracun dan dapat menyebabkan masalah bila dikombinasikan dengan alkohol. Namun, jika diolah dengan benar bisa menjadi makanan yang enak.

20. Pleurotus eryngii (King trumpet mushroom)

jamur Pleurotus eryngii (King trumpet mushroom)
Sumber foto : https://pixabay.com/id/photos/dimakan-eryngii-hutan-jamur-88445/
Pleurotus eryngii
atau king oyster merupakan salah satu cendawan yang bisa dimakan dan diketahui masih satu kerabat dengan jamur tiram. 

Walaupun bentuknya tak terlalu mirip, dikarenakan Pleurotus eryngii memiliki bentuk terompet dengan alas yang lebar serta tutup yang terbalik.

Cendawan satu ini kerap dikonsumsi dalam bentuk tumis, beberapa kandungan didalamnya juga telah terbukti memiliki manfaat dalam merangsang sistem kekebalan, efek penurun kolesterol, dan bahkan dapat membantu melawan parasit usus.

21. Jamur Surai Singa

Jamur Surai Singa
Sumber foto : dreamstime.com
Hericium erinaceus
adalah jenis fungi yang termasuk dalam kelompok jamur gigi, yang diketahui berasal dari Amerika Utara, Eropa dan Asia. Surai singa umunya dapat dengan mudah dikenali di alam liar, terlebih lagi keberadaanya kerap tumbuh dibatang kayu, dengan merumpun serta menjuntai lebat layaknya surai singa.

Jamur satu ini memiliki warna putih bersih, dan kerap dimanfaatkan sebagai obat herbal dikarenakan mempunyai khasiat penyembuhan. Beberapa orang mengatakan bahwa rasanya jika dimasak seperti daging lobster.

22. Maitake

Jamur maitake Grifola frondosa
Sumber foto : dreamstime.com
Jamur maitake atau dikenal dengan nama ilmiah Grifola frondosa, merupakan jenis cendawan yang berasal dari pegunungan di timur laut Jepang. 

Bentuknya memang tak biasa namun maitake sendiri adalah makanan pokok dalam masakan Asia. Penyebutanya sendiri berasal dari bahasa Jepang yang berarti "jamur menari".

Rasa maitake sangat enak dan lezat, terlebih lagi saat sudah diolah menjadi tumis dan sayur.

23. Matsutake

Matsutake, jamur pinus
Sumber foto : https://pixabay.com/id/photos/matsutake-jamur-alam-jamur-3697359/
Matsutake atau jamur pinus adalah nama umum untuk jenis mikoriza langka dari genus Tricholoma familia Tricholomataceae. Fungi satu ini dikatakan langka karena memang belum ada yang bisa membudidayakanya, sehingga banyak orang hanya berburu secara liar.

Memiliki bentuk dasar pangkal yang tebal dan tinggi dengan tudung kepala (topi) yang berukuran kecil, selain itu matsutake juga memiliki aroma yang unik dan sedikit pedas. 

Matsutake merupakan sayuran termahal di Jepang yang harganya bisa mencapai puluhan juta untuk per kilogramnya.

24. Jamur Tiram

Sumber foto : https://pixabay.com/id/photos/jamur-tiram-makanan-700041/
Pleurotus ostreatus
atau jamur tiram merupakan spesies cendawan yang terkenal di seluruh dunia serta sayuran paling populer dalam masakan Asia. 

Untuk pertama kalinya tumbuhan satu ini dibudidayakan selama Perang Dunia I sebagai makanan ransum, tetapi sekarang dianggap sebagai bahan berharga dalam banyak hidangan dan saus.

Pleurotus juga sangat baik untuk tubuh karena mempunyai khasiat, terutama dalam membasmi beberapa jenis cacing dan bahkan bakteri.

24. Jamur Parasol

Jamur Parasol, jenis jenis jamur
Sumber foto : dreamstime.com
Seperti namanya, jamur parasol yang besar sangat mirip dengan payung lebar jika sudah dewasa. Dengan bentuk batang tipis, tinggi, serta tutup bersisik datar membuatnya mudah dikenali di alam liar.

Parasol cukup populer karena ukuran dan ketersediaannya cukup banyak. Walau bisa dikonsumsi namun fungi satu ini memiliki aroma sedikit amis, terlebih lagi bagi yang tidak terbiasa, bisa saja mengalami gangguan pencernaan.

25. Jamur Pinus Merah (Lactarius deliciosus)

Jamur Pinus Merah (Lactarius deliciosus), macam macam jamur
Sumber foto : dreamstime.com
Lactarius deliciosus adalah spesies tutup susu asli Eropa, nanmun kini telah diperkenalkan secara luas diseluruh dunia.

Pinus merah memiliki tutup berwarna oranye wortel yang berbentuk cembung tergulung saat muda, dengan ukuran 4 hingga 14 sentimeter. 

Selain itu cendawan satu ini juga termasuk dalam jamur liar paling berharga di Spanyol, terutama jika dimasak secara eksklusif dengan minyak zaitun.

26. Jamur Tangkai Scaber

Jamur Tangkai Scaber, Leccinum scabrum, macam macam jamur
Sumber foto : https://pixabay.com/id/photos/jamur-cendawan-hutan-jamur-pangan-5560821/
Leccinum scabrum
, atau umumnya dikenal sebagai bolete bertangkai kasar, scaber stalk, dan birch bolete, adalah salah satu dari banyak spesies jamur liar yang bisa dimakan dari keluarga Boletaceae.

Dengan bentuk kepala berwarna kemerahan dan tangkai berbintik-bintik hitam, jamur cantik ini masuk daftar keinginan banyak pemburu diluar sana. 

Scaber Stalk merah umumnya dikonsumsi oleh masyarakat Eropa Timur selama berabad-abad yang lalu.

Namun, beberapa kasus baru-baru ini mempertimbangkan tentang kelayakan untuk dikonsumsi. Pasalnya beberapa kasus keracunan telah dilaporkan dan sebagian besar pemburu setuju bahwa mereka hanya boleh dikonsumsi saat sudah matang

- Macam macam jamur -

27. Reishi

Ganoderma lingzhi,  reishi, varian jenis jamur liar
Sumber foto : https://pixabay.com/id/photos/ganoderma-jamur-obat-jamur-lingzhi-1829862/
Ganoderma lingzhi, atau juga dikenal sebagai reishi, adalah jamur polypore yang diketahui termasuk dalam genus Ganoderma

Bentuknya seperti dipernis merah, mirip dengan ginjal, terlebih lagi jika bagian batang yang dimasukkan ke tepi memberikan tampilan layaknya seperti kipas.

Reishi bisa dikonsumsi, namun kebanyakan orang menggunakanya sebagai pengobatan dalam bentuk serbuk.

- Jenis jenis jamur -

28. Buna Shimeji

Buna Shimeji, macam macam jenis jamur
Sumber foto : dreamstime.com
Berikutnya ada keluarga jamur shimeji, hadir dalam berbagai bentuk dan ukuran serta hampir semua memiliki rasa pahit saat mentah, jika dikonsumsi saat matang cendawan satu ini dapat menyebabkan gangguan pencernaan.

Namun, ketika dimasak sepenuhnya, rasa pahit itu berganti dengan rasa seperti kacang, serta bertekstur keras, renyah dan lezat. Masyarakant Asia Timur kerap mengkonsumsinya dalam bentuk masakan Jepang. 

Shimeji memiliki ukuran yang kecil, berwarna putih namun hidup bergerombol dalam jumlah yang cukup banyak.

29. Shiitake

Jamur shitake, hioko, jenis jenis jamur dan gambarnya
Sumber foto : https://pixabay.com/id/photos/liar-jamur-shiitake-gunung-makanan-4836310/
Shitake atau hioko, adalah salah satu pangan asal Asia Timur yang terkenal di seluruh dunia. Dalam bahasa Jepang shitake secara harafiah berarti jamur yang berasal dari pohon shii, karena batang pohon yang sudah lapuk merupakan tempat tumbuh utama jamur shitake

Ukuran besarnya memiliki warna coklat dan memiliki rasa umami, saat dimasak akan menghasilkan tekstur yang enak serta lembut, kecuali bantangnya. Batangnya sering dibuang karena memiliki tekstur lebih keras.

30. Jamur Jerami

Jamur Jerami, macam macam jamur dan gambarnya
Sumber foto : dreamstime.com
Terkadang juga disebut dengan merang atau kulat jumpung dalam bahasa Aceh, merupakan salah satu spesies cendawan yang banyak dibudidayakan di Asia Timur dan Asia Tenggara yang mempunyai iklim tropis atau subtropis.

Jamur jerami sangat populer dalam masakan Asia dan sering dijual segar di negara-negara Timur. Ketika dijual di Barat terkadang sudah dalam bentuk dikalengkan atau dikeringkan. Teksturnya licin saat dimasak dan rasa yang sangat lembut.

31. Jamur Kayu Blewit

Jamur Kayu Blewit, wood blewit mushroom, jenis jenis jamur
Sumber foto : dreamstime.com
Dalam bahasa inggris cendawan satu ini disebut dengan wood blewit mushroom, yaitu spesies jamut besar dengan tutup lebar asal Eropa dan Amerika Utara. Keberadaanya kerap hadir direrumputan dan semak-semak, dengan warna tundung kepala (topi) cokelat pucat.

Meskipun secara harfiah cendawan satu ini bisa dikonsumsi, namun beberapa kejadian kerap kali menimbulkan masalah alergi, terlebih lagi jika dikonsumsi secara mentah tanpa adanya pengolahan.

32. Jamur Kuping

jenis jenis jamur kuping, wood ear
Sumber foto : https://pixabay.com/id/photos/yudas-telinga-4727781/
Wood Ear atau jamur kuping merupakan sayuran yang populer di Timur dan Barat, termasuk juga di Indonesia.

Jamur kuping dapat tumbuh liar dibeberapa batang kayu yang telah lapuk, dengan warna kecokelatan sedikit transparan. Cendawan satu ini memiliki tekstur kenyal, lunak seperti jeli serta rasa yang hambar.

Tidak disarankan untuk mengkonsumsinya secara mentah, namun jika setelah dimasakan rasanya akan menjadi renyah dan gurih. Sangat cocok untuk olahan sup, mie dan sebagainya.

33. Jamur Ksatria Kuning

Yellow Knight, Jamur Ksatria Kuning, Tricholoma equestre
Sumber foto : istockphoto
Yellow Knight atau dengan nama latin Tricholoma equestre atau Tricholoma flavovirens (spesies yang masih sama). Beberapa orang juga mengenalnya sebagai manusia berkuda atau ksatria kuning, yaitu spesies cendawan yang dahulunya banyak dimakan.

Akan tetapi beberapa kasus terlapor ada juga yang mengalami keracunan, sehingga banyak yang engan mengkonsumsinya terutama untuk yang dari genus Tricholoma.

34. Porcino

Porcino, Boletus edulis, jenis jenis jamur
Sumber foto : dreamstime.com
Boletus edulis
adalah fungi Basidiomycota yang diketahui berasal dari genus Boletus. Dapat ditemui dan tersebar luas di belahan bumi utara di Eropa, Asia, hingga Amerika Utara. Banyak orang mengenalnya dengan nama porcini atau jamur cep. 

Cendawan satu ini tentu saja bisa di konsumsi karena memiliki tekstur yang tebal dan lezat saat dimasak. Selain itu porcino juga memliki beberapa kandungan yang baik untuk kesehatan tubuh.

35. Truffle

jamur Truffle, macam macam jenis jamur dan gambarnya
Sumber foto : https://pixabay.com/id/photos/truffle-umbi-jamur-aestivum-4150666/
Jangan melihat dari bentuknya, walapun memiliki rupa yang aneh dengan warna hitam serta permukaan yang kasar, namun cendawan satu ini merupakan makanan premium yang banyak dikonsumsi di Eropa.

Truffle diketahui hanya tumbuh di sekitaran akar pohon, dan cukup sulit untuk ditemukan. Truffle kerap diolah menjadi campuran sup maupun pasta yang banyak dijual di hotel-hotel bintang lima. 

Nah itulah macam macam jamur liar yang bisa dikonsumsi dan tentunya aman. Namun ingat jika kamu minim pengetahuan tentang tumbuhan satu ini dan ragu-ragu sebaiknya dihindari, terlebih lagi jika menemukanya di alam liar.

Baca terus di healty99.com untuk ketahui seputar jenis jenis jamur lainya. 

Buka Komentar

Iklan Atas Artikel "iklan 5"

Iklan Tengah Artikel 1 "iklan 3"

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel "i