CEFAB5C880BF83A8B06661D6CAC33458 Cara Menanam Kangkung Hidroponik Pemula, Perawatan serta Pupuk - Healty99 - Panduan Sehat Secara Alami

Cara Menanam Kangkung Hidroponik Pemula, Perawatan serta Pupuk

gambar kangkung hidroponik pipa paralon
Sumber foto : istockphoto
Healty99 - Cara menaman kangkung hidroponik pada dasarnya bukanlah hal yang baru. Metode satu ini sudah lama dan banyak di terapkan para petani sebagai salah satu budidaya tanaman kangkung tanpa media tanah.  

Dengan menggunakan media air atau metode hidroponik, ini diarapkan bisa memberikan kebutuhan nutrisi pada tananam dengan tepat, seimbang serta menghasilkan panen yang melimpah.

Disatu sisi, hirdoponik juga bisa menguntungkan dari segi tempat. Hal ini karena bisa dibuat bertingkat seperti tangga, sehingga buat kamu yang tidak mempunyai cukup ruang lahan masih tetap bisa bertani.

Nah, buat kamu yang baru memulai atau pemula dan ingin menanam kangkung secara hidroponik.

Cara Menanam Kangkung Hidroponik

Ada beberapa tahap sebelum melakukan penanam hingga panen, beberapa tahap tersebut di mulai dari pemilihan bibit, pemyemaian, pembuatan tempat, perawatan, pemberian pupuk berkala dan tentu saja cara pemanenan.

Berikut beberapa cara dan langkah yang bisa kamu ikuti.

1. Pemilihan bibit

Pertama, pastikan kamu mempunyai benih biji (bibit) kangkung hidroponik yang akan di tanam. Untuk bibit kamu bisa membelinya di beberapa toko tani setempat atau di toko online shope.

Harga bibit biasanya bervariasi, mulai dari Rp5000 hingga puluhan ribu rupiah tergantung kualitas tanaman.

2. Penyemaian

Berikutnya langkah penyemaian, siapkan air hangat (ukuran hangat kuku) kemudian rendam biji atau benih kangkung tadi selama kurang lebih satu jam. (Gunakan biji yang teredam karena kualitas lebih baik)

Selama menunggu perendaman baiknya kamu menyediakan media penyemaian. Siapkan wadah kotak transparan atau cup yang cukup besar, rockwool dan botol spray.

Jika kamu tidak mempunyai rockwool, bisa diganti dengan beberapa media lainnya seperti kapas sintetis atau alami, tisu, cocopeat, atau sekam bakar.

Namun, untuk kamu pemula dan baru mencoba, bisa menggunakan tisu, kapas atau rockwool agar hasil lebih baik.

Kembali menyiapkan media penyemaian. Kapas di masukan kedalam wadah transparan, semprot menggunakan spray air, dan setelah itu taburkan biji atau benih kangkung hidroponik dengan jarak 1 cm.

Biji kangkung cukup cepat untuk tumbuh dalam masa penyemaian, hanya dalam 3 atau 4 hari akar sudah mulai tampak, dan dalam waktu seminggu sudah bisa kamu pindahkan ke media lebih besar.

3. Membuat tempat hidroponik

Ada banyak cara untuk membuat tempat menanam kangkung hidroponik, beberapa orang kerap menggunakan ember besar, box kotak, pipa paralon atau di biarkan mengapung menggunakan busa pada kolam besar.

Namun kali ini, kita ambil simpel saja, yaitu menggunakan box kotak atau ember. Berikut langkahnya.

Bahan yang dibutuhkan : 

  1. Kotak box tinggi 15 sampai 20 cm
  2. Air
  3. Gelas plastik atau net pot
  4. Styrofoam busa atau papan triplek

Note : Untuk kotak box ada banyak macam, kamu bisa menggunakan kotak plastik yang di jual di toko-toko, box kotak styrofoam, ember bekas, atau bisa membuatnya sendiri dengan memanfaatkan terpal plastik.

Cara membuat :

  1. Langkah pertama gelas plastik di beri lubang pada bagian bawah.
  2. Buat lubang juga pada papan triplek atau styrofoam, untuk lebar lubang kira-kira sebesar gelas plastik. Jangan terlalu besar, usahakan gelas plastik dapat menyangkut saja.
  3. Masukan air, beri jarak antara air dengan gelas plastik atau net pot kamu. Untuk jarak kira-kira 5 sampai 7 cm, atau paling tidak sampai akar tanaman kangkung sampai mengenai air.
  4. Untuk pemberian pupuk awal pertama kali, kangkung hiroponik masih terlalu muda, jadi kamu cukup memberikan nutrisi ABmix sebanyak 500 sampai 600 ppm.
  5. Kembali ketanaman yang di semai, jika sudah seminggu dan daun sudah tampak tumbuh dengan baik. Lakukan pemindahan ke media hidroponik yang baru kamu buat tadi.

Note: Untuk media tanam kangkung ke tempat baru kamu bisa memanfaatkan pasir malang, rockwool, cocopeat, arang, sekam, tisu dan beberapa media umum hidroponik lainnya.

4. Perawatan

Perawatan kangkung hidroponik pada dasarnya tidak lah terlalu sulit, terlebih lagi jika kamu sudah menerapkan green house sebagai pelindung hama. 

Namun sebagai langkah perawatan dan pemeliharan, berikut beberapa yang bisa kamu lakukan.

Pengendalian hama

Hama tidak di pungkiri lagi akan selalu ada pada tanaman budidaya, termasuk itu sayuran seperti kangkung. 

Beberapa hama yang kerap menyerang tanaman kangkung di antaranya ialah ulat daun biasa, kutu, ulat keket, karat putih dan beberapa bercak pada daun.

 Masalah satu ini pada dasarnya bisa kamu atasi menggunakan insektisida dan fungisida, baik itu yang alami maupun kimia.

Penjarangan 

Penjarangan atau pemisahan, ini di tujukan untuk memisahkan tangkai daun yang sudah layu atau menguning. Di satu sisi penjarangan juga penting di lakukan terutama pada tanaman yang terkena penyakit atau hama.

Tujuanya untuk memisahkan agar tanaman kangkung lainnya tidak terjangkit dan bisa tumbuh dengan subur.

Pemantauan akar

Akar dari tanaman hidroponik haruslah di perhatikan, pasalnya akar merupakan tempat di mana tumbuhan bisa menyerap nutrisi secara keseluruhan. 

Pastikan akar tumbuh dengan lebat, terendam air sebagian, tidak patah atau terjangkit hama seperti kutu.

Kontrol air

Selain memberikan nutrisi berupa pupuk cair di setiap bulan dan pertumbuhanya, pastikan kamu juga selalu mengontrol kapasitas air di dalam box atau tangki hidroponik kamu.

Air yang sedikit tentu akan membuat tanaman tidak dapat menyerap nutrisi secara baik, di satu sisi air yang sedikit juga akan membuat suhu dalam box cepat meningkat, terutama jika kamu meletakanya di bawah terik matahari.

Suhu lingkungan yang terlalu panas tentu tidak cocok untuk tumbuh kembang kangkung, pasalnya tanaman satu ini membutuhkan lingkungan yang cukup sejuk dan lembab untuk tumbuh dengan cepat.

5. Pupuk berkala

Setelah pemberian pupuk awal selama satu minggu atau 10 hari dengan 500 sampai 600 ppm. Maka, pupuk lanjutan atau berkala tanaman kangkung hidroponik bisa di berihan penambahan sesuai usia.

Menurut dari tabel dari hidroponikpedia, jumlah ppm dan pH untuk tanaman kangkung hidroponik ialah 1050 sampai 1400 ppm. 

Beberapa para petani juga kerap memberikan dosis pupuk AB mix dengan jumlah 10 ml untuk per liternya hingga masa panen mendatang.

6. Panen

Berapa lama panen kangkung hidroponik?

Panen sayur kangkung dengan metode hidroponik dari awal penanaman kurang lebih 4 hingga 6 minggu, atau kuran lebih 1 bulan dari masa tanam. 

Panen dapat di lakukan saat daun masih hijau, subur dan belum mengeluarkan bunga. Disarankan untuk memotong batang kangkung pada bagian pangkal, dengan begitu tunas baru akan tumbuh lebih banyak.

Nah, itulah cara menanam kangkung hidroponik untuk pemula, perawatan serta pemupukanya.

Selamat mencoba budidaya. Jadikan artikel ini sebagai salah satu referensi kamu, dan baiknya membaca lebih banyak lagi agar dapat mudah memahami.

Baca terus informasi lainnya di healty99.com seputar hidroponik.

Buka Komentar

Iklan Atas Artikel "iklan 5"

Iklan Tengah Artikel 1 "iklan 3"

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel "i