CEFAB5C880BF83A8B06661D6CAC33458 Hama dan Penyakit yang Menyerang Kangkung Serta Mengatasinya - Healty99 - Panduan Sehat Secara Alami

Hama dan Penyakit yang Menyerang Kangkung Serta Mengatasinya

gambar ulat daun warna hijau lagi makan
Sumber foto : pixabay/Cristina_designer
Healty99 - Tidak dipungkiri lagi bahwa menanam sayuran akan diserang hama, terlebih lagi jika tidak dirawat dan dijaga. Ini juga berlaku pada tanaman kangkung yang kamu budidaya ataupun sekedar menanam di rumah.

Walaupun pada dasarnya hama tanaman kangkung dapat diatasi dengan berbagai cara, baik itu dengan cara organik maupun kimia. Namun, keberadaanya yang berukuran kecil tentu akan sangat sulit dilihat secara kasat mata.

Kita hanya tahu begitu sudah terjadi tanda-tanda kerusakan. Contohnya seperti daun sobek atau bolong, patah, batang bolong, bercak putih dan masih banyak lagi.

Nah, buat kamu yang penasaran hama apa saja yang menyerang tanaman kangkung dan cara mengatasinya. Cobalah untuk membaca sampai selesai.

Hama Tanaman Kangkung 

1. Bekicot

Yang pertama ada bekicot, ini merupakan hewan yang kerap dianggap hama dalam budidaya sayuran.

Gejala :

Bekicot dapat dikatakan rakus, mereka akan memakan jaringan tumbuhan yang lembut seperti daun dan batang kangkung. Bahkan bekas gigitan bekicot bisa menyebabkan luka dan membusuk.

Banyaknya bekicot dapat dikarenakan lingkungan sekitar yang sangat lembab dan kurang terjaga.

Contohnya seperti sampah dan tumpukan benda-benda seperti dedaunan, kayu atau kaleng-kaleng bekas.

Cara pengendalian :

Pengendalian dapat dilakukan dengan membersihkan area sekitar tempat kamu menanam sayuran. Buang beberapa barang yang tidak berguna, sehingga tidak menjadi sarang bekicot. 

2. Ulat grayak

Ulat grayak atau ulat tentara, ini merupakan larva dari hewan ngengat suku Noctuidae. Keberadaanya sering kali di tanaman seperti kangkung, selada, sawi bahkan bayam.

Ini adalah ulat yang rakus, mereka dapat melahap habis daun dan bagian batang kecil hingga tidak tersisa.

Gejala :

Ulat satu ini akan membuat daun dan batang menjadi berlubang serta terdapat banyak bekas gigitan di sekujur tanaman.

Kerugian bisa sangat besar jika populasi ulat tidak segera di basmi secara menyeluruh.

Cara pengendalian :

Jika hanya terdapat 1 atau 2 ekor ulat pada tanaman, kamu cukup ambil secara mekanis menggunakan tangan atau penjepit. 

Langkah kedua, jika populasi ulat grayak terlalu banyak kamu bisa meyemprotkan insektisida jenis Diazinon 60 EC, dengan dosis sebesar 2 cc/liter air. 

Apabila insektisida yang kamu berikan tidak berefek, cobalah untuk meningkatkan kadar obatnya sedikit lebih banyak.

3. Kutu daun

Berikutnya ada kutu daun, serangga kecil penghisap sari atau carian dari tanaman. 

Walau mereka mempunyai ukuran yang sangat kecil, namun kutu dapat berkembang biak dengan sangat cepat.

Gejala :

Apabila hal ini dibiarkan maka bisa membuat daun dan batang kangkung menjadi rusak, berbintik serta cacat pertumbuhan.

Cara pengendalian :

Kamu bisa melakukan sanitasi lahan secara teratur, baik sebelum atau sesudah menanam. Lakukan juga penyemprotan insektisida yang berbahan aktif jika keberadaan kutu sangat banyak.

4. Ulat keket

Ulat keket merupakan ulat dengan bentuk cukup besar, berwarna hijau. Adapun ciri lainnya hijau muda dengan garis menyilang kuning.

Gejala :

Tanaman yang terserang ulat satu ini daun akan berlubang, rusak dan akhirnya cacat.  

Cara pengendalian :

Ada beberapa cara yang bisa kamu lakukan, yang pertama bisa dengan sanitasi lahan secara rutin.

Menjaga jarak tanam agar ulat tidak merambat ke tanaman lainnya.

Pengendalian dengan pestisida bisa dilalukan, baik itu secara nabati ataupun kimia

5. Serangga kepik

Selain kutu, adapun serangga kecil berwarna hitam yang kerap menyerang tanaman budidaya. Serangga tersebut sekilas mirip kumbang kepik, hanya saja warnanya hitam pekat.

Gejala :

Kangkung yang terserang serangga satu ini biasanya akan menimbulkan gejala berlubang pada daun, sehingga akan menurunkan kualitas dari tanaman.

Cara pengendalian :

Kamu dapat menyemprotkan pestisida serangga secara berkala, dan hentikan penggunaan jika masalah sudah terselesaikan.

Penyakit yang Menyerang Kangkung

1. Karat putih

Gejala :

Karat putih biasanya akan muncul pada bagian permukaan daun, lama-kelamaan akan menimbulkan bercak tak beraturan dengan warna putih dan di ikuti daun yang rusak.

Penyakit tanaman kangkung satu ini disebabkan oleh jamur jenis Albugo Ipomoe panduratae. 

Cara pengendalian :

Kamu bisa melakukan penyemprotan dengan larutan obat dithane M-45 atau Benlate sesuai dengan dosis dan tingkat keparahan penyakit. 

Diharapkan tidak untuk tidak terlalu sering menyemprot ke tanaman sayuran, karena bisa terkontaminasi sebagai bahan pangan. Semprot kalau memang dibutuhkan.

Penjarangan tanaman juga bisa kamu lakukan sebagai salah satu cara pencegahan. Pisahkan kangkung yang terkena penyakit agar tidak menyebar ke yang lain.

2. Bercak daun

Bercak pada daun tanaman budidaya umunya di sebabkan oleh jamur Cercospora bataciola dan Fusarium sp.

Gejala :

Beberapa gejala yang timbul biasanya pada daun terdapat bercak kecoklatan hingga kehitaman. Kebanyakan kangkung jika tidak segera di tangani akan rusak dan cacat.

Cara pengendalian :

Pisahkan tanaman kangkung yang sudah terserang penyakit agar tidak menyebar ke yang lain.

Kamu juga bisa melakukan penyemprotan fungisida dithane M-45 ke kangkung yang terserang jamur.

Nah, itulah beberapa penyakit dan hama yang sering menyerang tanaman kangkung sekaligus cara mengatasinya.

Baca terus informasi lainnya di healty99.com.

Artikel terkait : 

Buka Komentar

Iklan Atas Artikel "iklan 5"

Iklan Tengah Artikel 1 "iklan 3"

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel "i