CEFAB5C880BF83A8B06661D6CAC33458 Panduan Mudah Menanam Jahe Merah Dengan Polybag, Karung atau Pot - Healty99 - Panduan Sehat Secara Alami

Panduan Mudah Menanam Jahe Merah Dengan Polybag, Karung atau Pot

gambar tanaman jahe merah
Sumber foto : carousell.com.my
Healty99 - Jahe merah merupakan salah satu rempah herbal yang kini banyak cari. Selain karena mempunyai manfaat, tanaman satu ini juga mempunyai nilai jual yang cukup tinggi. Untuk itu tak heran banyak orang mulai budidaya atau menanam Jahe merah hanya dengan bermodalkan polybag, karung atau pot bekas.

Kamu juga tidak memerlukan lahan yang luas untuk memulai, cukup memanfaatkan sisa lahan kosong dihalaman dan samping rumah dalam menanam tanaman satu ini.

Nah, buat kamu yang masih pemula atau baru berkecimpung dalam menanam Jahe merah, pastikan mengetahui beberapa hal dasar terlebih dahulu, hal ini bertujuan untuk menunjang keberhasilan panen lebih besar dan melimpah. 

Berikut beberapa langkah budidaya Jahe merah untuk pemula menggunakan polybag, karung  atau pot.

Cara Menanam Jahe Merah Untuk Pemula

gambar tunas bibit jahe merah
Sumber foto : istockphoto
1. Pemilihan bibit yang baik

Ada dua cara untuk pemilihan bibit atau benih Jahe merah yang baik dan bagus. 

Pertama bisa dengan memilih secara langsung dari bentuk rimpang akarnya, dan yang kedua dengan pemilihan tunas yang sudah disemai terlebih dahulu.

Ciri-ciri rimpang Jahe merah yang bagus

  1. Benih memiliki ukuran yang besar, padat dan seragam.
  2. Rimpang akar memiliki warna kemerahan atau merah menyala.
  3. Terhidar dari penyakit, seperti cacat, bekas gigitan serangga atau gangguan hama lainnya.
  4. Kondisi masih sempurna, tidak layu, kering dan masih segar.
  5. Tidak ada bekas luka terbuka atau mulai membusuk.

Ciri-ciri bibit (semai) Jahe merah yang bagus

  1. Bibit memiliki warna cerah dan tidak ada indikasi terserang hama penyakit.
  2. Memiliki daun sejati setidaknya tiga helai.
  3. Ukuran bibit seragam.
  4. Bibit rimpang berasal dari indukan yang sudah berumur kurang lebih 10 sampai 12 bulan.

Kamu bisa memilih bibit yang bagus dan bermutu dengan cara menyemai Jahe merah terlebih dahulu, atau dapat juga dengan membeli dipertanian.

Jika memesan dipertanian secara langsung maka kamu hanya perlu melakukan pembesaran saja, tanpa harus pusing membuat bibit atau benih sendiri.

2. Menyiapkan media tanam

media tanah untuk jahe merah
Sumber foto : pixabay/soil/Jing
Pastikan media tanam yang digunakan harus gembur, tidak mudah padat dan mampu meresap air dengan baik.

Bahan-bahan yang dibutuhkan :

  1. Polybag, karung bekas, pot atau bak.
  2. Tanah biasa atau tanah bakar, pupuk kompos dan pasir.
  3.  Air untuk menyiram.

Langkah pengerjaan :

  1. Langsung saja campur tanah, pupuk kandang dan pasir dengan perbandingan 2:1:1 atau 3:2:1.
  2. Isikan pada polybag, karung, atau pot sebanyak 80% penuh.
  3. Buat lubang sedalam 5 cm, lalu masukan rimpang Jahe, setelah itu siram.
  4. Jika menggunakan bibit buat lubang lebih dalam lagi, atau paling tidak 10 cm karena sudah tumbuh batang.

Berapa minimal ukuran diameter polybag atau karung untuk Jahe merah?

Untuk penanaman menggunakan polybag minimal menggunakan ukuran diameter 40×50 cm. Sedangkan untuk karung, bisa minimal menggunakan ukuran karung beras 20 kg.

Namun lebih besar lebih bagus, dengan begitu pertumbuhan akar dan rimpang jadi leluasa.

Perbandingan media tanam Jahe merah dalam karung atau polybag

Media tanam yang diperlukan memiliki beberapa campuran seperti tanah, pupuk kompos dan sedikit pasir, setidaknya perbandingan 2:1:1 atau 3:2:1. 

Bisakah media diganti yang lain? Bisa, kamu dapat menggunakan campuran media seperti tanah bakar, pupuk kandang, sekam bakar, sisa kayu lapuk dan sebagainya. Yang penting media tanah harus gembur, subur dan tidak mudah memadat.

3. Penyiraman rutin

Setelah melewati masa penanaman, selanjutnya kamu harus melakukan penyiraman secara rutin agar tidak layu. 

Berapa kali penyiraman Jahe merah? 

Penyiraman dapat dilakukan sebanyak 1 sampai 2 kali sehari, saat pagi atau sore hari, namun ini tergantung situasi dan kelembaban tanah.

Jika media tanah basah dan berair sebaiknya jangan diberi air lagi, cukup pastikan tanah lembab saja. Kebanyakan air bisa menjadi penyebab Jahe merah busuk dan terkena penyakit.

Termasuk juga saat hujan, sebaiknya kurangi penyiraman agar tidak berlebihan.

4. Pupuk lanjutan atau tambahan

pupuk jahe merah
Sumber foto : istockphoto
Pemberian pupuk untuk tanaman itu penting, selain menjadi sumber nutrisi, pupuk juga bisa membuat tanaman lebih subur, lebat dan tentu saja menunjang keberhasilan agar panen melimpah.

Jika kamu masih dalam mencoba atau baru memulai menanam Jahe merah, bisa hanya menggunakan jenis pupuk kandang secara berkala di setiap bulannya. Namun kamu juga bisa menggunakan beberapa jenis pupuk lain seperti npk dan sejenisnya. 

Berapa kali per bulan untuk pemberian pupuk Jahe merah?

Kamu bisa memberi pupuk pada Jahe merah hingga berusia 8 bulan. Untuk pemberian dapat dilakukan secara bertahap dan tidak harus sebulan sekali. Cukup berikan pupuk saat memasuki usia awal 2 sampai 3 bulan, 4 sampai 6 bulan, hingga 8 sampai 10 bulan.

Nama dan jenis pupuk untuk Jahe merah

Umumnya banyak orang hanya mengandalkan pupuk organik (pupuk kandang/kotoran hewan kambing). Namun untuk mendapatkan hasil yang optimal dan lebih baik, banyak juga yang menambahkan pupuk urea, KCl atau NPK.

Pemberian pupuk urea, KCl atau NPK diharapkan bisa menjadi booster dalam meningkatkan kualitas tanaman dan hasil panen yang banyak.

Adapun jenis pupuk Bio Organik khusus, yaitu Ekstrak Organik yang mengandung Konsentrat Tinggi sejumlah bakteri premium dan unsur hara makro-mikro lengkap.

Penggunaan jenis pupuk ini diketahui bisa memaksimalkan penggunaan dan alternatif dari campuran beberapa produk lainnya. Namun biasanya hanya digunakan untuk penanaman atau budidaya jahe merah sekala besar.

5. Perawatan dan pengendalian hama Jahe merah

Setiap tanaman pastilah mempunyai hama, baik itu banyak atau sedikit pasti tetap ada. Salah satu jenis hama yang bisa menyerang Jahe merah ialah kumbang kepik, ulat penggesek akar, dan serangga pemakan daun. 

Selain itu adapun jenis jamur seperti Fusarium oxysporum yang bisa merusak rimpang Jahe dan membuat pembusukan.

Untuk menangani hama berikut ini kamu bisa menggunakan insektisida dalam membasmi serangga pemakan dan perusak daun, sedangkan untuk jamur kamu bisa menggunakan fungisida untuk mengatasinya.

6. Panen

Setelah melalui masa-masa diatas, maka kamu hanya perlu menunggu untuk waktu panen. 

Lama waktu panen untuk Jahe merah dalam polybag, karung, atau pot bekas tidak jauh berbeda dengan kebanyakan budidaya pada umumnya, yaitu berkisar 10 bulan atau 41 minggu sudah bisa. 

Kamu bisa memanen dengan cara mencungkil tanah atau mengemburkan terlebih dahulu, setelah itu baru cabut batangnya. Rata-rata banyak Jahe merah sekali panen pada satu polybag atau karung ukuran 20kg sekitar 15 sampai 25 kg.

Nah, itulah beberapa cara menanam Jahe merah untuk pemula dengan menggunakan polybag atau karung.

Jadikan artikel ini sebagai salah satu masukan buat kamu. 

Buka Komentar

Iklan Atas Artikel "iklan 5"

Iklan Tengah Artikel 1 "iklan 3"

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel "i